Hujan tak Sebenarnya


Aku melihatmu di kejauhan sana
Menatap aku dengan raut biasa
Tak kurang, tak lebih
Entah dulu, saat pertama bertemu

Memanggilmu seakan tak mampu
Bercakap pun masih kaku
dan terpaku hanya memandangmu
Seorang yang seperti dalam kerajaan hatiku; ratu
Kini menatapmu tak semudah dulu
Harus merayu jarak dan waktu
Bincang denganmu pun tak sekaku dulu

Entah waktu atau seseorang yang aku persalahkan
Heh, memang kesempatan tak datang dua kali
Tapi inilah yang kualami
Harus memendam rasa dan mungkin terkubur mati

One thought on “Hujan tak Sebenarnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s