Biografi Abu Hurairah r.a.


BIOGRAFI ABU HURAIRAH

I. Pendahuluan

Banyak para tokoh Islam yang semasa hidupnya memiliki peranan penyebaran agama Islam, mulai dari Nabi Muhammad SAW sendiri, para sahabat yang diangkat menjadi Khalifah, dan para sahabat yang menjadi perawi hadis. Dalam makalah ini, akan dibahas tokoh perawi hadis yang merupakan perawi hadis terbanyak, yang berjumlah 5374 hadis. Abu Hurairah, yang juga dikenal sebagai Bapak Kucing, karena rasa sayangnya terhadap kucing. Abu Hurairah sering juga disebut Abdurrahman bin Shakhr Al-Azdi (lahir 598 – wafat 678). Ibnu Hisyam berkata bahwa nama asli Abu Hurairah adalah Abdullah bin Amin. Beliau berasal dari kabilah Bani Daus.
Dari sejarah semasa hidupnya ini, maka disusun sebuah biografi yang menceritakan mulai dari lahirnya, kegiatan-kegiatan yang dilakukan, hingga wafatnya beliau.
Berikut merupakan sedikit dari biografi beliau. Mulai dari nama, tempat dan lahirnya beliau, keikutsertaannya dalam penyebaran Islam, sampai beliau wafat.

II. Pembahasan

A. Biografi Abu Hurairah
1. Tempat dan Tanggal Lahirnya
Beliau dilahirkan 21 tahun sebelum hijrah tepatnya pada tahun 598 Masehi di daerah Yaman, beliau dilahirkan dari kabilah bani Daus, beliau masuk Islam pada awal tahun ke-7 hijriyah tepatnya ketika Rasulullah berada di Khoibar, yang disaksikan oleh Rasulullah, kemudian beliau senantiasa bermulazamah kepada Rasulullah untuk mendapatkan ilmu dari beliau, beliau adalah shahabat yang paling banyak menghafalkan hadis dari pada shahabat yang lainnya, hal ini merupakan barokah dari do’a Rasulullah kepada beliau, Rasulullah mengakui akan semangat yang dimiliki oleh Abu Hurairah Rasulullah dalam mencari ilmu.
Beliau adalah salah seorang yang menerima pantulan revolusi Islam, dengan segala perubahan yang ia buat. Dari orang upahan menjadi induk orang yang mengupah atau majikan, dari seorang yang terlunta-lunta ditengah-tengah lautan manusia, menjadi imam dan ikutan! Dan dari seorang yang sujud kepada batu-batu yang disusun, menjadi orang yang beriman kepada Allah. Beliau berkata, “Aku dibesarkan dalam keadaan yatim, dan pergi hijrah dalam keadaan miskin, aku menerima upah sebagai pembantu pada Basrah binti Ghazwan demi untuk mengisi isi perutku. Aku lah yang melayani keluarga itu bila sedang ingin berpergian, sekarang inilah aku, Allah telah menikahkanku dengan putri Bushrah, maka segala puji bagi Bagi Allah yang telah menjadikan agama ini tiang penegak, dan menjadikan Abu Hurairah ikutan umat.”
Abu Hurairah adalah seorang alim, ahli ibadah, ahli tasawuf, dan yang selalu mengikuti perang di medan pertempuran, demi mengagungkan kalimat Allah. Dia mengikuti perang Tabuk pada masa Nabi SAW, dan setelah wafat Nabi, dia pun ikut berperang melawan orang-orang murtad bersama Abu Bakar As-Shiddiq.
2. Wafatnya Abu Hurairah
Beliau wafat di Madinah An-Nabawiyah, ada yang mengatakan bahwa beliau wafat di Al-‘Aqiia. Dan dimakamkan di Baqi’.
Dia kemudian dibawa ke kota Madinah di mana anak-anak ‘Utsman bin Affan’ (Khalifah ketiga) mengusung kerandanya ke maqam al-Baqi, sebagai balasan terhadap penghormatannya kepada Ayah mereka. Salat jenazahnya dipimpin oleh al-Walid bin Utbah bin Abi Sufyan, gubernur Madinah, kerana Marwan dipecat. Al-Walid memimpin salat jenazahnya setelah salat ‘Asr berjamaah. Pada saat pemakaman beliau, ibnu Umar termasuk diantara yang mengantarkannya, dan beliau hingga menangis karena seringnya belau mendo’akan rahmat kepada Abu Hurairah. Dan beliau berkata, ”Abu Hurairah bagi kaum muslimin adalah seorang yang menjaga hadis Rasulullah.“
Beliau wafat karena jatuh sakit pada tahun 57 atau menurut sumber lain 58 dan ada juga yang lain menyebutkan 59 Hijrah (678 M). Beliau wafat pada usianya yang ke-78. Al-waqidi menyebutkan bahwa abu Hurairah mensholati jenazah Aisyah tahun 58 hijriah dibulan ramadlan, dan juga mensholati Ummu Salamah pada bulan syawal tahun 59 hijriyah. Dan pendapat terakhir ini yang dibenarkan oleh Imam An-Nawawi.
Al-Walid kemudian menulis surat kepada saudara Ayahnya, Mu’awiyah, seorang khalifah memberitahunya tentang kematian Abu Hurairah dan dia membalas: “ Carilah orang-orang yang masih ada dan bayarkanlah mereka 10 000 dinar. Jagalah kaum kerabatnya dan berbuat baiklah dengan mereka, kerana dia merupakan salah seorang yang membantu ‘Utsman dan bersama-sama dengannya dalam rumahnya.”
Di antara kaum kerabatnya yang masih ada yang kami ketahui ialah anaknya, Muharrir bin Abu Hurairah dan anak perempuannya yang dia selalu sebutkan: “Bapakku tidak membenarkanku memakai emas kerana takut akan api neraka.” Diketahui juga bahawa Muharrir mempunyai seorang anak bernama Naim. Dialah yang menceritakan tentang Ayahnya bahwa dia memiliki tali dengan 1000 buah manik.

B. Keunggulan Dipanggil Abu Hurairah
Abu Hurairah sering juga disebut Abdurrahman bin Shakhr Al-Azdi, yang lebih dikenal dengan panggilan Abu, adalah seorang Sahabat Nabi yang terkenal dan merupakan periwayat hadis yang paling banyak disebutkan dalam isnad-nya oleh kaum Islam Sunni. Ibnu Hisyam berkata bahwa nama asli Abu Hurairah adalah Abdullah bin Amin dan ada pula yang mengatakan nama aslinya ialah Abdur Rahman bin Shakhr.
Abu Hurairah (inilah yang masyhur) atau Abu Hir, karena memiliki seekor kucing kecil yang selalu diajaknya bermain-main pada siang hari atau saat menggembalakan kambing-kambing milik keluarga dan kerabatnya, dan beliau simpan di atas pohon pada malam harinya. Tersebut dalam Shahihul Bukhari, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memanggilnya, “Wahai, Abu Hir”.
C. Banyak Hadis Yang Diriwayatkan
Beliau adalah salah seorang sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadis dari Rasulullah, beliau meriwatkan hadis sebanyak 5374 hadis. Dan lebih dari 800 orang yang meriwatkan hadis darinya.
Sewaktu datang masa pemalsu-pemalsu hadis yang dengan sengaja membikin hadis bohong dan palsu, seolah-olah berasal dari Rasulullah. Mereka memperalat nama Abu Hurairah dan menyalah gunakan ketenarannya dalam meriwayatkan hadis dari Nabi Saw; hingga sering mereka mengeluarkan sebuah hadis dengan menggunakan kata-kata ”bekata Abu Hurairah….”
Abu Hurairah berhasil lolos dari jaringan kepalsuan dan penambahan-penambahan yang sengaja hendak diselundupkan oleh kaum perusak kedalam islam, dengan mengkambing hitamkan Abu Hurairah dan membebankan dosa dan kejahatan mereka kepadanya.
D. Nilai Hadis Yang Diriwayatkan
Kriteria hadis shahih antara lain hafal rawinya bersfat adil, dhabit (kuat ingatannya), sanadnya tidak putus (bersambung-sambung), hadis itu tidak ber’illat (cacat), tidak janggal (tidak bertentangan dengan hadis lain yang diriwayatkan oleh perawi yang lebih rajin). Dalam hal ini hadis-hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah memenuhi syarat-syarat di atas. Apalagi kekuatan ingatannya yang sangat kuat. Selain itu, beliau meriwatkan hadis sebanyak 5374 hadis. Dan lebih dari 800 orang yang meriwatkan hadis darinya. Hal ini menguatkan hadis-hadis yang diriwayatkanya masuk kedalam kategori hadis shahih.
E. Contoh Hadis Yang Diriwayatkan

Artinya :
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : Allah menggenggam bumi dan rnelipat langit dengan tangan kanan-Nya, kemudian bertirman : “Akulah Raja, dimanakah raja-raja bumi ?” (Hadits ditakhrij oleh Rukhari).

Artinya :
Dari Abu Hurairah ra. dari Rasulullah saw., beliau bersabda : “Sesuatu yang pertama kali diperhitungkan pada hamba adalah shalatnya, jika ia menyempurnakannya. Jika tidak (sempurna) maka Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : “Lihatlah apakah hambaKu mempunyai (shalat) sunat ?”. Jika kedapatan padanya (shalat) sunat, maka Allah berfirman : “Sempurnakanlah fardhu itu dengannya”. (Hadits ditakhrij oleh Ibnu Majah).

Artinya :
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : “Rasulullah saw. bersabda : “Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : “Sombong itu selendang Ku dan kebesaran itu sarung Ku, barangsiapa yang melawan Ku dalam salah satunya maka ia Aku lemparkan ke dalam neraka”. (Hadits ditakhrij oleh Abu Dawud).

III. Kesimpulan

Dari uraian diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa Abu Hurairah adalah perawi hadis terbanyak, yang pada mulanya Ia memiliki ingatan yang lemah, Ia selalu menyertai Rasul, hingga kemudian Ia mengadu kepada Rasulullah untuk didoakan agar ingatannya menjadi kuat. Doa Rasul terkabul, lantaran itulah Abu Hurairah dapat meriwayatkan hadis yang begitu banyak dan sangat hafal. Inilah yang disebut dengan hadis Shahih.
Beliau berangkat dari anak yatim, kemudian mengembara sebagai orang yang miskin, menjadi budak, dan akhirnya dinikahkan dengan putri majikannya. Walaupun beliau dalam keluarga yang berada, namun hidupnya masih sederhana, tidak bermewah-mewahan, karena sesungguhnya Allah tidak suka yang berlebihan.
Dalam periwayatan hadis, muncul halangan bagi beliau yaitu adanya pemalsuan hadis yang mengatasnamakan beliau. Namun akhirnya beliau dapat lolos dari tuduhan-tuduhan tersebut.
Beliau wafat di Madinah An-Nabawiyah, ada yang mengatakan bahwa beliau wafat di Al-‘Aqiia. Dan dimakamkan di Baqi’.
Abu Hurairah adalah tokoh yang patut dicontoh. Dengan keyakinan beliau terhadap Islam, beliau diberi anugerah oleh Allah SWT berupa kuatnya ingatan yang menghantarkannya menjadi perawi hadis paling banyak dari para perawi yang lain.

Referensi

Khoirul Amru Harahap, Lc, MHI & Achmad Fauzan, Lc, MAg. Tokoh-tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah. Cet-1, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2007.
Syarafuddin al-Musawi al- ‘Amili, Abu Hurairah (terjemah bahasa melayu), cet-1 Karachi (Pakistan): PeerMahomed Ebrahim Trust, 1997.

http://www.ahmadihsanuddin.blogspot.com

Drs. H. Adnan Qohar, SH. Ilmu Ulumul Hadis.Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset, 2006.

http://pustakaimamsyafii.com

Ringkasan Makalah Biografi Abu Hurairah
Abu Hurairah (bapak kucing) lahir 21 tahun sebelum hijrah, tepatnya pada tahun 598 M. Dan lebih dari 800 orang yang meriwatkan hadis darinya. Beliau masuk Islam pada tahun ke-7 Hijriyah. Nama aslinya adalah Abdurrahman bin Shakhr Al-Azdi. Abu Hurairah diberikan oleh Nabi kepada beliau karena rasa sayang beliau kepada kucing.

Abu Hurairah adalah seorang alim, ahli ibadah, ahli tasawuf, dan yang selalu mengikuti perang di medan pertempuran, demi mengagungkan kalimat Allah. Dia mengikuti perang Tabuk pada masa Nabi SAW, dan setelah wafat Nabi, dia pun ikut berperang melawan orang-orang murtad bersama Abu Bakar As-Shiddiq.

Sewaktu datang masa pemalsu-pemalsu hadis yang dengan sengaja membikin hadis bohong dan palsu, seolah-olah berasal dari Rasulullah. Mereka memperalat nama Abu Hurairah dan menyalah gunakan ketenarannya dalam meriwayatkan hadis dari Nabi Saw; hingga sering mereka mengeluarkan sebuah hadis dengan menggunakan kata-kata ”bekata Abu Hurairah….”

Abu Hurairah berhasil lolos dari jaringan kepalsuan dan penambahan-penambahan yang sengaja hendak diselundupkan oleh kaum perusak kedalam islam, dengan mengkambing hitamkan Abu Hurairah dan membebankan dosa dan kejahatan mereka kepadanya.

Beliau wafat di Madinah An-Nabawiyah, ada yang mengatakan bahwa beliau wafat di Al-‘Aqiia. Dan dimakamkan di Baqi’. Beliau wafat karena jatuh sakit pada tahun 57 atau menurut sumber lain 58 dan ada juga yang lain menyebutkan 59 Hijrah (678 M). Beliau wafat pada usianya yang ke-78. Al-waqidi menyebutkan bahwa abu Hurairah mensholati jenazah Aisyah tahun 58 hijriah dibulan ramadlan, dan juga mensholati Ummu Salamah pada bulan syawal tahun 59 hijriyah. Dan pendapat terakhir ini yang dibenarkan oleh Imam An-Nawawi.

2 thoughts on “Biografi Abu Hurairah r.a.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s